Senin, 07 Juli 2014

-

Kutemukan cahaya yang membuat sujud menjadikan hati lebih hangat
Yakinku bahwa cahaya itu yang akan menjadikan seluruh hayat hidup lebih berarti
Dan, memang benar terjadi
Keasikkan sujud, tunduk, patuh dan menghamba pun tak bisa dibiaskan dengan sederet kata

Paham bahwa diri ini fakir ilmu
Mengerti bahwa aku ini tak pantas meng-aku-aku kan diri didepan orang lain
Pernah mata ini kelu menangisi kebodohan mulut dan seluruh raga
Berapa hati yang terluka dan segunung dosa pun siap menyambut diperaduan terakhir

Aku berjalan bersama cahaya, menghantarkan pada ilmu.
Semakin merasa bodoh dan miskin.
menunduk malu melihat sesiapa saja yang lebih anggun dalam bertutur kata
yang lebih pintar dalam merangkai rumitnya hidup dengan cahaya.

Sadar bahwa lebih banyak bersolek agar mendapat perhatian sesama hamba
bukan berhias dan mencari muka untuk Tuan yang Maha Sempurna.

Namun, ternyata cahaya tersebut tidak dalam keadaan benar-benar terang
terangnya hanya dibuat-buat oleh segelintir hamba yang menyuspkan rerantingan kecil agar cahaya itu tetap menyala.

HambaNya justru sibuk mengghibah saudaranya sendiri
HambaNya justru sibuk memerangi tubuh sendiri
HambaNya justru melemah karena seringnya memakan bangkai saudara sendiri
HambaNya justru dirumitkan dengan ideologi-ideologi masing-masing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar